Azas Tut Wuri Handayani dan Azas Belajar Sepanjang Hayat

azas tut wuri handayani



Azas adalah:
  • Dasar, alas, pedoman,
  • Suatu kebenaran yang menjadi pokok  (tumpuan berfikir, berpendapat)
  • Cita cita yang menjadi dasar perkumpulan (negara)

Tut Wuri Handayani, 

Tut Wuri artinya mengikuti dari belakang dan Handayani berati memberikan dorongan moral atau dorongan semangat Asas Tut Wuri Handayani merupakan gagasan yang mula-mula dikemukakan oleh Ki Hajar Dewantara seorang perintis kemerdekaan dan pendidikan nasional. Ajaran kepemimpinan Ki Hadjar Dewantoro yang sangat poluler di kalangan masyarakat adalah 

Ing Ngarso Sun Tulodo, Ing Madyo Mbangun Karso, Tut Wuri Handayani.


Ing Ngarso Sun Tulodo artinya Ing ngarso itu didepan / dimuka, Sun berasal dari kata Ingsun yang artinya saya, Tulodo berarti tauladan. Jadi makna Ing Ngarso Sun Tulodo adalah menjadi seorang pemimpin harus mampu memberikan suri tauladan bagi bawahan atau anak buahnya


Tut Wuri Handayani ialah seorang komandan atau pimpinan harus memberikan dorongan moral dan semangat kerja dari belakang. Tut Wuri Handayani mengandung arti pendidik dengan kewibawaan yang dimiliki mengikuti dari belakang dan memberi pengaruh, tidak menarik-narik dari depan, membiarkan anak mencari jalan sendiri, dan bila anak melakukan kesalahan baru pendidik membantunya.


Menurut Asas Tut Wuri Handayani :
(1) pendidikan dilaksanakan tidak menggunakan syarat paksaan, 
(2) pendidikan  mengandung makna: momong, among, ngemong.
  • Among mengandung arti mengembangkan kodrat alam anak dengan tuntutan agar anak didik dapat mengembangkan hidup batin menjadi subur dan selamat. 
  • Momong mempunyai arti mengamat-amati anak agar dapat tumbuh menurut odratnya.
  • Ngemong berarti kita harus mengikuti apa yang ingin diusahakan anak sendiri dan memberi bantuan pada saat anak membutuhkan, 
(3)pendidikan menciptakan tertib dan damai (orde en vrede), 
(4) pendidikan tidak ngujo (memanjakan anak), dan 
(5)pendidikan menciptakan iklim, tidak terperintah, memerintah diri sendiri dan berdiri di atas kaki sendiri (mandiri dalam diri anak didik )

Ing Madyo Mangun Karso, Ing Madyo artinya di tengah-tengah,  Mbangun berarti membangkitan atau menggugah dan Karso diartikan sebagai bentuk kemauan atau niat. Jadi makna dari kata itu adalah seorang peminpin ditengah kesibukannya harus juga mampu membangkitkan atau menggugah semangat kerja anggota bawahanya.

Pendidikan  sepanjang hayat (life long education) adalah sebuah sistem pendidikan yang dilakukann oleh manusia ketika lahir sampai meninggal dunia.


Azas Belajar Sepanjang Hayat


Menurut Suprijanto (2007) proses belajar yang terjadi dalam diri seseorang yang sedang belajar berlangsung melalui enam tahapan yaitu :
  1. Motivasi
  2. Perhatian pada Pelajaran
  3. Menerima dan Mengingat
  4. Reproduksi
  5. Generalisasi
  6. Menerapkan Apa yang Telah
  7. Diajarkan serta Umpan Balik

Tujuan dari proses belajar sepanjang hayat adalah untuk mengembangkan diri, memberikan kemampuan peserta didik untuk berbuat seperti orang lain, membebaskan dari kebodohan, menjadi manusia yang kreatif, sensitive, dan dapat berperan aktif dalam proses pembangunan.

Kesimpulan



Asas Tut Wuri Handayani memberi kesempatan anak didik untuk melakukan usaha sendiri, dan ada kemungkinan mengalami berbuat kesalahan, tanpa ada tindakan (hukuman) pendidik. 

Pendidikan hanya akan berakhir apabila manusia telah meninggal dunia.

Wahyu Eko Cahyanto seseorang yang mengaku desainer grafis iseng, penyuka matematika, suka lari dan menonton drakor. Kadang mengisi waktu luang dengan menulis.

Belum ada Komentar untuk "Azas Tut Wuri Handayani dan Azas Belajar Sepanjang Hayat"

Posting Komentar

Maaf, komentar dengan link aktif akan saya hapus.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel