Landasan Sosiologis Dalam Pendidikan

Pengertian Landasan Sosiologis


Pendidikan berlangsung dalam pergaulan antara pendidik dengan anak didik. Dapatnya anak didik bergaul karena baik pendidik maupun anak didik adalah merupakan makhluk sosial, yaitu makhluk yang selalu saling berintegrasi, saling tolong menolong, saling ingin maju, ingin berkumpul, ingin menyesuaikan diri, hidup dalam kebersamaan dan lain sebagainya.


landasan sosiologis dalam pendidikan


Dengan demikian, manusia sebagai makhluk sosial, menjadikan sosiologi sebagai landasan bagi proses dan pelaksanaan pendidikan,karena memang karakteristik dasar manusia sebagai makhluk sosial akan berkembang dengan baik dan menghasilkan kebudayaan-kebudayaan yang bernilai serta peradaban tinggi melalui pendidikan.
landasan sosiologis dalam pendidikan
sumber foto : google

Landasan sosiologis berkenaan dengan perkembangan, kebutuhan dan karakteristik masyarakat.
Landasan sosiologis pendidikan adalah acuan atau asumsi dalam penerapan pendidikan yang bertolak pada interaksi antar individu sebagai mahluk sosial dalam kehidupan bermasyarakat. 
Sosiologi pendidikan merupakan analisis ilmiah tentang proses sosial dan pola-pola interaksi sosial didalam sistem pendidikan. 

Ruang lingkup yang dipelajari oleh sosiologi pendidikan meliputi empat bidang :

1. Hubungan sistem pendidikan dengan aspek masyarakat lain,yang mempelajari:

  • fungsi pendidikan dalam kebudayaan 
  • hubungan sistem pendidikan dan proses kontrol sosial dan sistem kekuasaan
  • fungsi sistem pendidikan dalam memelihara dan mendorong proses sosial dan perubahan kebudayaan 
  • hubungan pendidikan dengan kelas sosial atau sistem status
  • fungsionalisasi sistem pendidikan formaldalam hubungannya dengan ras, kebudayaan, atau kelompok kelompok dalam masyarakat

2. Hubungan kemanusiaan disekolah yang meliputi :

  • sifat kebudayaan sekolah khususnya yang berbeda dengan kebudayaan di luar sekolah
  • pola interaksi sosial atau struktur masyarakat sekolah

3.Pengaruh sekolah pada perilaku anggotanya, yang mempelajari:

  • peranan sosial guru
  • sifat kepribadian guru
  • pengaruh kepribadian guru terhadap tingkah laku siswa
  • fungsi sekolah dalam sosialisasi anak – anak

4.Sekolah dalam komunitas, yang mempelajari pola interaksi antara sekolah dengan kelompok sosial lain di dalam komunitas nya ,yang meliputi:

  • Pelukisan tentang komunitas seperti tampak dalam pengaruhnya terhadap organisasi sekolah
  • Analisis tentang proses pendidikan seperti tampak terjadi pada sistem sosial komunitas kaum tidak terpelajar  
  • Hubungan antara sekolah dengan komunitas dalam fungsi pendidikannya
  • Faktor-faktor demografi dan ekologi dalam hubungannya dengan oragnisasi sekolah.
Kegiatan pendidikan dapat berlangsung baik di lingkungan keluarga, sekolah dan masyarakat.
Pendidikan keluarga, sangat berperan dalam hal memberikan keyakinan agama, nilai budaya, nilai moral dan keterampilan.Pengaruh keluarga sangat penting sebab keluarga lembaga sosial pertama yang dikenal oleh anak.
Kelompok sebaya, semacam organisasi yang tidak memiliki struktur yang jelas dan tidak mempunyai tujuan yang bersifat permanen, namun sangat berperan dalm meningkatkan rasa solidaritas diantara anggota kelompoknya. Kelompok sebaya memberikan model,identitas,dukungan (support), menumbuhkan sifat kerja sama dan membuka pengalaman anak lebih luas.
Kelompok sosial dalam masyarakat seperti kelompok keagamaan , organisasi pramuka & pemuda, dsb

Masyarakat indonesia sebagai Landasan Sosiologis Sistem Pendidikan Nasional


Perkembangan masyarakat Indonesia dari masa ke masa telah mempengaruhi sistem pendidikan nasional. Hal tersebut sangatlah wajar, mengingat kebutuhan akan pendidikan semakin semakin meningkat dan kompleks. Landasan sosiologis mengandung norma dasar pendidikan yang bersumber dari norma kehidupan masyarakat yang dianut oleh suatu bangsa. 
Untuk memahami kehidupan bermasyarakat suatu bangsa kita harus memusatkan perhatian kita pada pola hubungan antara pribadi dan antar kelompok dalam masyarakat tersebut. eningkat dan kompleks.

Landasan sosiologis pendidikan di Indonesia menganut paham integralistik yang bersumber dari norma kehidupan masyarakat: 
  1. kekeluargaaan dan gotong royong, kebersamaan, musyawarah untuk mufakat, 
  2. kesejahteraan bersama menjadi tujuan hidup bermasyarakat, 
  3. negara melindungi warga negaranya, dan 
  4. selaras serasi seimbang antara hak dan kewajiban. Oleh karena itu, pendidikan di Indonesia tidak hanya meningkatkan kualitas manusia orang perorang melainkan juga kualitas struktur masyarakatnya

Wahyu Eko Cahyanto seseorang yang mengaku desainer grafis iseng, penyuka matematika, suka lari dan menonton drakor. Kadang mengisi waktu luang dengan menulis.

Belum ada Komentar untuk "Landasan Sosiologis Dalam Pendidikan"

Posting Komentar

Maaf, komentar dengan link aktif akan saya hapus.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel