Transaksi Digital Bikin Hidupku Lebih Efisien

Annyeong.. Apa kabar nih? mudah-mudah sehat semuanya ya gaes, aamiin. Kali ini aku ingin bercerita tentang pengalamanku selama menggunakan layanan transaksi digital, mungkin bisa di bilang ala-ala review singkat gitu lah hehe. Ohya disini mungkin ada pembaca baru nih yang baru berkunjung di blog ini, jadi tidak ada salahnya kan aku sedikit memperkenalkan diri, hehehe.

Jadi perkenalkan aku Eko, seorang blogger yang berasal dari sebuah kota kecil di Kalimantan Barat, tepatnya di Kabupaten Sambas. Kira-kira ada yang tahu Sambas gak ya?. Sambas itu letaknya di bagian utara provinsi Kalbar, dan dari data tahun 2015 Kabupaten Sambas termasuk daerah yang tertinggal dari beberapa aspek penilaian oleh Presiden. Kabar baiknya untuk lima tahun berikutnya mulai di tahun 2020 sambas sudah lenyap dari daftar tersebut. 

Jadi sudah terbayang dong, perbedaannya ketika tinggal di kota besar dengan yang tinggal di daerah yang sedang berkembang. Yap bener, kemudahan di kota besar belum tentu dirasakan di daerah kecil, Sambas misalnya.

Semasa tinggal di Pontianak pastinya sudah banyak hal yang aku alami disana. Suka duka sebagai anak rantau telah aku rasakan sendiri. Meskipun Pontianak bukan termasuk kota besar, tapi beberapa fasilitas yang harusnya ada di kota besar alhamdulillah sudah tersedia disini.

Di sana aku pernah bekerja di salah satu tempat percetakan sebagai desainer grafis. Ada di suatu masa aku tiba-tiba kepengen makan yang saat itu yang muncul di benak pikiran. Namun jarak yang jauh tidak memungkinkan aku untuk keluar kantor, entar malah di marahin bos hehe. Kalau jaraknya deket sih gapapa, asalkan jangan terlalu lama, untung punya bos baik hati :D.

Lebih Efisien dengan Berbagai Transaksi Digital

Nah di sinilah untungnya tinggal di pontianak, sebab sudah adanya layanan jasa pesan antar makanan-minuman. Jadi aku tak perlu keluar kantor untuk beli makanan yang diinginkan. Cukup lewat kotak kecil ajaib yang bernama smartphone, aku sudah bisa pesan makanan tadi.

Bisa dibayangkan berapa lama waktu yang bakal aku habiskan jika aku nekat keluar kantor buat beli makanan tersebut, belum lagi waktu perjalanan pergi-pulang di tambah lagi waktu mengantri. Duhh pulang-pulang aku malah di semprot sama bos, tak bisa menikmati makanan deh. Bisa berabe kan hehe.

Saat itu jasa layanan seperti ini masih di dominasi oleh dua raksasa ojek online yaitu Gojek dan Grab, untuk saat ini sudah semakin banyak jasa layanan sejenis seperti maxim, anterin, opal, oke jack dll. bahkan ada juga yang versi lokalnya lho, kalau di pontanak namanya bujang kurir dengan taglinenya "awak pesan kamek antar", ditulis dalam bahasa melayu yang artinya anda pesan, kami antar. 

Untuk yang belum aku sebutkan jangan baper ya, hehe sebab aku ga terlalu ingat. So, buat temen-temen yang tahu mohon tuliskan di kolom komentar ya.

Adanya layanan ojek online ini sangat memberikan kemudahan buat mereka yang ingin memanfaatkan waktunya dengan efisien. Seperti contoh pengalaman yang aku ceritakan di atas.

transaksi digital

Banyak manfaat dari berkembangnya sistem digitalisasi, terlebih dimasa pandemi aktivitas orang di internet semakin meningkat, baik itu sekedar untuk sosial media, transaksi bisnis, belajar, kerja maupun berbelanja.

Belanja online untuk saat ini menurutku salah satu aktivitas yang menyenangkan. Banyak alasan kenapa orang memilih untuk belanja online. Secara pribadi ini lah beberapa alasanku belanja secara daring.

1. Barang yang di Cari Tidak Tersedia di Daerah Setempat

Tidak semua barang selalu ada stoknya, bahkan karena kurang peminatnya jarang dijual di daerah tertentu, namun tidak menutup kemungkinan beberapa orang pasti mencarinya karena kebutuhan. Di kasus seperti inilah yang sering aku alami di Pontianak maupun ketika di sambas.

2. Ingin Mencari Harga Termurah

Ini hal lumrah untuk sebagian orang, dengan mencari harga termurah, setidaknya bisa menyisihkan uang untuk keperluan lainnya.

3. Tidak Pandai Menawar

Sebenarnya ini ada kaitannya dengan poin kedua, namun ingin aku jelaskan secara lebih spesifik. Biasanya ketika ikut emak belanja dipasar, aku kagum dengan skill menawar harga barang. Mungkin juga di alami oleh temen-temen juga hehe. Nah di sinilah letak kelemahan aku sebagai pria, aku gak punya skill yang di miliki para emak-emak tersebut. Lebih mending cari online dengan harga

4. Takut di Tipu Penjual

Alasan ini juga ada kaitannya dengan mencari harga termurah. Beberapa penjual offline, kadang suka-suka memberikan harga barang yang dijualnya. Kalau dulu belum ada e-commerce mungkin calon pelanggan dapat mudah tertipu. Nah di jaman sekarang mudah untuk mengetahui mana yang menjual dengan harga wajar dan mana yang menjual dengan niat merampok. Sebab kita bisa mengecek harga barang terkini melalui internet.

5. Adanya Promo Gratis Ongkir

Ini faktor penting sih, kalau gak ada gratis ongkir bisa-bisa barang belanjaan malah lebih mahal dari harga penjual offline di daerah setempat. Jadi sebelum aku belanja, aku akan pastikan toko/merchant memberikan gratis ongkir. 

Semua faktor di atas bisa saja aku abaikan jika aku benar-benar membutuhkan barang itu, jadi misalnya aku butuh barang A, tapi tidak ada yang menjual secara offline, serta tak ada potongan gratis ongkir, maka aku akan tetap membelinya dengan pertimbangan toko terpercaya, harga lebih murah, dan daerah penjual area yang gratis ongkirnya paling terjangkau.

So, agar hidup kita semakin efisien sebaiknya manfaatkan semua jenis sistem digitalisasi. Yang aku ceritakan di atas adalah kemudahan saat bertransaksi digital. Apalagi saat ini antara pihak Bank dan Fintech telah berkolabolari membuat konsumen semakin nyaman bertransaksi.

Kolaborasi yang dimaksud itu contohnya seperti ini, dulu untuk mengisi saldo alias Top-up dana e-wallet harus via merchant lain, tak bisa melalui bank. Nah adanya kolaborasi ini kamu dapat bertransaksi di rumah saja melalui mobile banking / e-banking sudah bisa top-up saldo e-wallet kamu.

Ohya sejak memanfaatkan kolaborasi ini, aku sudah jarang ini pulsa di konter hp dan  lebih sering belanja online. Jadi waktu bisa di manfaatkan se efisien mungkin deh. Oleh karenanya, aku berharap semoga kemudahan ini dapat di rasakan oleh seluruh masyarakat indonesia dimanapun berada. Terutama daerah terpencil yang masih susah sinyal dan internet. Terkait mengenai hal ini sudah aku tulis di postingan sebelumnya yang berjudul "Sinyal Internet Sebagai Jembatan Ekonomi Digital di Indonesia"

Pada tulisan itu aku beropini kalau salah satu faktor agar ekonomi digital indonesia bisa maju, kalau infrastruktur khususnya sinyal dan internet dapat di jangkau oleh seluruh warga di indonesia. Sebab tanpa internet segala sistem digitalisasi ini pasti tak akan bisa berjalan.

Sepertinya cukup sekian dulu cerita aku kali ini. Semoga ada manfaat yang dapat di ambil, sekian dan terima kasih..

Salam hangat Desainer Iseng


Wahyu Eko Cahyanto

Wahyu Eko Cahyanto hanya blogger pemula yang suka desain, matematika dan korea

9 Komentar untuk "Transaksi Digital Bikin Hidupku Lebih Efisien"

  1. Bener banget Kak Eko.
    Makin ke sini, beruntung sekali yaa, kita dimudahkan dgn aneka terobosan di kancah digital.
    salah satunya ya ini

    BalasHapus
  2. Ya sih lebih Praktis, tapi agak kasihan juga sih kak yang penjual Offline, omsetnya turun keknya

    Tapi semoga mereka juga ada Online juga jualannya ehheeh 🤣🥳

    BalasHapus
  3. Rasanya bersyukur banget karena adanya teknologi digital ini. Tinggal di kota kecil dan pinggiran, duh gak ada mall, bioskop juga. Sekarang kan ada website buat nonton. Ya sama aja kasusnya kaya pas belanja

    BalasHapus
  4. Langsung deh terbayang kota Sambas.
    Ingin banget menjelajah Kalimantan, minimal pernah menjejakkan kaki di sana
    Ternyata layanan online sudah sampai di sana
    Emang sih, hukum ekonomi berlaku Dimana mana, ditambah sinyal internet dan gadget mumpuni, let's go :D :D

    BalasHapus
  5. setuju banget sih mas, transaksi digital ini emang memudahkan banget meskipun bikin efisien tapi harus ada planning expensenya biar ga boncos hehehe

    BalasHapus
  6. aku juga sekarang kalau belanja lebih sering pakai dompet digital karena banyak promo dan nggak ribet nyari kembalian mas dan mbak kasirnya. heu

    BalasHapus
  7. Transaksi digial semakin banyak peminatnya. Suamiku termasuk yang jarang pegang uang cash karena lebih senang dengan transaksi digital. Sehingga mudah di track.

    Jadi dia juga tahu istrinya belanja apa aja karena tercatat wkkw.

    Lebih efisien dan memudahkan.

    BalasHapus
  8. Bener banget nihh. Ngga ngebayangin pandemi kemarin itu kalo gada Transaksi digital. Udah pasti kesusahan bangett mau transaksi apa2

    BalasHapus
  9. transaksi digital memang lebih enak karena hemat waktu, apalagi urusan belanja online kecuali kalau butuh barangnya cepet baru beli offline

    BalasHapus
Maaf, komentar dengan link aktif akan saya hapus.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel