Penanganan Pemerintah dan Masyarakat terhadap Pandemi Covid-19

OPINI : Penanganan Pemerintah dan Masyarakat terhadap Pandemi Covid-19

Penanganan Pemerintah dan Masyarakat terhadap Pandemi Covid-19
OPINI : Audy Syafiqah - Mahasiswi Universitas Sumatera Utara

Seperti yang telah kita ketahui bersama, bahwa saat ini beberapa negara di dunia sedang menghadapi pandemi covid 19. Masing-masing negara pun melakukan pencegahan dan penanganan kepada korban covid 19 dengan cara yang berbeda-beda.

Sampai saat ini pemerintah telah berupaya menerapkan berbagai kebijakan. Diantaranya yaitu adanya physical distancing dengan cara menjaga jarak aman paling tidak sejauh 1-2 meter saat melakukan komunikasi. Gerakan #dirumahaja demi mengurangi meluasnya penyebaran virus covid 19 ini. Sampai pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Yang saya ketahui kebijakan ini sudah dilakukan oleh para pemerintah kota-kota besar di indonesia. 

Hingga tulisan ini dibuat dan melansir dari sumber covid19.go.id bahwa sebanyak 25216 orang telah terpapar virus covid-19, 17204 orang sedang dalam perawatan, 6.492 orang dinyatakan sembuh dan 1.520 meninggal dunia di sebabkan virus ini. Semoga para pasien yang sedang dalam perawatan segera sembuh, dan semoga tidak ada lagi warga yang terkena virus covid 19 ini.


jumlah orang terpapar virus corona covid 19
dokumentasi : covid19.go.id tanggal 30 Mei 2020

Daftar Blunder Pemerintah


Beberapa kali pemerintah membuat blunder, berikut daftar yang dilakukan pemerintah dari virus covid-19 belum menyebar bahkan sampai saat ini :

  • Pernyataan Menkes Terawan terkait penggunaan masker hanya untuk orang sakit saja, itu juga berdasarkan anjuran dari WHO agar melarang penggunaan masker bagi orang sehat. Saat pemberitaan ini terjadi penimbunan masker oleh sejumlah oknum sehingga masker menjadi barang mahal dan langka. Begitu pula dengan hand sanitizer.
  • Pemerintah seperti menggangap remeh bahwa covid 19 tidak akan masuk ke indonesia.
  • Pernyataan Menteri Keuangan Sri Mulyani tentang anjuran liburan kepada masyarakat, karena saat itu harga tiket pesawat sangat murah, bahkan pemerintah memberikan ekstra diskon. Hal ini bertujuan untuk mengembalikan tingkat perekonomian dibidang maskapai udara.
  • Adanya pernyataan Presiden Jokowi terkait hal bagi masyarakat yang sedang memiliki kredit motor atau mobil akan diberikan kelonggaran untuk pembayaran bunga dan angsurannya selama 1 tahun. (Saya tidak tahu apakah sudah terealisasi demikian?)
  • Terkait pernyataan Presiden jokowi bahwa mudik dan pulang kampung. Presiden membolehkan pulang kampung namun mudik tetap dilarang. Sedangkan bagi masyarakat bahwa mudik dan pulang kampung adalah satu hal yang sama.
  • Pembebasan narapidana yang berkelakuan baik atau yang telah memenuhi syarat tertentu oleh Menkumham. Dengan tujuan untuk mengurangi penyebaran covid 19 di dalam penjara. Namun kenyataannya banyak residivis ini yang kembali melakukan tindak kriminal. 
  • Terkait dengan larangan mudik lebaran pemerintah juga melarang kendaraan angkutan umum antarkota maupun pesawat agar tidak beroperasi. Namun kenyataannya masih ada yang beroperasi. Dan tak lama kemudian semua moda transportasi di ijinkan kembali beroperasi. Tampak sepertinya pemerintah tidak konsisten terhadap pernyataannya.


Dari daftar blunder tersebut penilaian masyarakat terhadap masyarakat menjadi buruk. Seperti pemerintah tidak serius bahkan tidak siap dalam menghadapi pandemi covid 19 ini. 

Dampak dari pandemi covid 19 merambah ke segala aspek, mulai dari ekonomi, kesehatan, sosial, bahkan pendidikan. 

Bidang Pendidikan

Di bidang pendidikan para siswa bahkan mahasiswa di wajibkan untuk belajar dirumah saja, sebagai gantinya sistem pembelajaran pun berubah. Mau tak mau para murid dan siswa harus belajar dengan sistem daring. 

Bidang Sosial

Lalu di bidang sosial adanya larangan kerumunan, sehingga bagi yang punya acara hajatan maupun selamatan di masa pandemi ini di larang keras, bahkan jika masih ada yang melakukannya maka akan dibubarkan secara paksa oleh aparat.

Bidang Ekonomi

Lalu dibidang enokomi, dampaknya sangat terasa sekali bagi yang bergerak dibidang swasta. Bahkan banyak perusahaan swasta yang melakukan pemutusan hubungan kerja terhadap karyawannya. dikarenakan turunnya pemasukan perusahaan dan banyak yang merugi di masa pandemi ini. Apalagi rakyat kecil juga sangat berdampak terhadap mereka. 

Bidang Kesehatan

Lalu dibidang kesehatan, dampaknya bagi para tenaga kesehatan, merekalah yang selama ini berjuang digaris depan. Bahkan banyak perawat maupun dokter yang menjadi korban covid 19 ini yang telah merenggut nyawa mereka. Selain itu masyarakat juga seakan takut untuk berobat ke rumah sakit. Hal ini dikarenakan apabila mereka di cek dan ternyata positif, maka hal yang mereka takutkan adalah di jauhi oleh masyarakat sekitar selain itu mereka diharuskan isolasi mandiri selama 14 hari. Jadi selama 14 hari itu mereka takut tidak bisa mencari nafkah apabila di isolasi selama itu.
Tentu hal tersebut bukan sepenuhnya kesalahan dari pemerintah yang telah melakukan beberapa blunder. Akan tetapi masyarakat juga harusnya patuh terhadap anjuran dan larangan pemerintah terkait kebijakan agar pandemi ini segera berakhir. Jadi pemerintah dan masyarakat harusnya bersama-sama bekerja sama agar berhasil menaklukan pandemi covid 19 ini. Saat ini akan dilakukan kebijakan baru yaitu kebijakan New Normal. New Normal ini merupakan suatu kebijakan baru yang membolehkan masyarakat beraktifitas seperti biasa namun dengan mengikuti proktokol kesehatan yang baru. Jadi marilah kita bersama-sama patuhi anjuran pemerintah ini. Semoga kiat pemerintah dan masyarakat menemukan hasil yang cerah. aamiin.

sumber referensi : 

https://sukabumiupdate.com/detail/ragam-berita/nasional/68806-Analis-AS-Indonesia-Blunder-Tangani-Corona-Terancam-Krisis-Sosio-Ekonomi  
https://news.detik.com/berita/d-4967416/ini-daftar-37-pernyataan-blunder-pemerintah-soal-corona-versi-lp3es/3
https://republiknews.co.id/opini-wabah-covid-19-dan-tanggung-jawab-negara/
https://nasional.kompas.com/read/2020/03/04/06214651/sesuai-standar-who-menkes-tegaskan-orang-sehat-tak-perlu-masker )

Penulis : Audy Syafiqah

Share:

No comments:

Post a Comment

Terima Kasih sudah berkunjung, tinggalkan saran dan komentarnya

For More Info (Just Click)

Popular Posts

Hi I'm Eko

Hi I'm Eko
My name is Wahyu Eko Cahyanto, I'm a running enthusiast, Whatsapp : 0896 0186 2879, email : weko333@gmail.com

Recent Posts