UNTAN Membangun Ekosistem Digital Menuju Cyber University

UNTAN Membangun Ekosistem Digital Menuju Cyber University -
Sebelum kita lebih jauh membahas tentang cyber university alangkah baiknya kita sedikit mengenal tentang profil Universitas Tanjungpura (UNTAN), berdiri sejak 19 Mei 1959 dengan nama awal Universitas Daya Nasional.  Telah berganti nama beberapa kali, yaitu pada 20 Mei 1963 berganti nama menjadi Universitas Negeri Pontianak, lalu pada 14 September 1965 berganti nama kembali menjadi Universitas Dwikora, dan terakhir berganti nama menjadi Universitas Tanjungpura pada 11 Oktober 1967, dan nama tersebutlah yang kita kenal sampai sekarang.  Saat ini UNTAN memiliki 9 Fakultas, 95 Program Studi, 1011 Dosen, 66008 Lulusan, 31509 Mahasiswa dan 33110 Penelitian. Saat ini UNTAN dipimpin oleh seorang Rektor yang bernama Prof. Dr. Garuda Wiko, S.H., M.Si .

UNTAN Membangun Ekosistem Digital Menuju Cyber University


Universitas Tanjungpura (UNTAN) merupakan salah satu universitas terbaik yang ada di Kalimantan Barat, banyak mahasiswa yang berasal dari berbagai daerah di Kalimantan Barat berkumpul untuk menimba ilmu disini. UNTAN merupakan unversitas yang paling terkenal di kalimantan barat sampai orang-orang pelosok desa hanya kenal dengan UNTAN. Bahkan beberapa mahasiswa ada yang berasal dari luar kalimantan barat, seperti yang sering saya lihat dan mudah dikenali mereka ada yang berasal dari indonesia timur, khususnya papua. Sebagai salah satu universitas terbaik sudah selayaknya UNTAN Membangun Ekosistem Digital Menuju Cyber University. Bagaimana tidak, di era teknologi sekarang ini berbagai hal sudah di kuasai oleh teknologi. Era yang semua hal dikuasai oleh teknologi ini yang biasa kita sebut dengan era revolusi industri 4.0. Bicara tentang era revolusi industri 4.0 ini tidak lepas dengan adanya internet. Salah satu faktor penyebab betapa cepatnya perkembangan teknologi sekarang ialah internet. 

Berikut beberapa negara yang menyediakan akses internet tercepat dan gratis bagi penduduknya :

1. Lituania

Lituania merupakan sebuah negara yang berada di wilayah Eropa Timur. Negara ini memiliki jaringan internet tercepat dengan kecepatan download mencapai 15,4 Mbps, dan rata-rata kecepatan uploadnya mencapai 14,17 Mbps. Di negara ini warung internet (warnet) sangat jarang ditemui hal ini di sebabkan karena Hampir semua penduduk yang tinggal di kota sudah memiliki jaringan internet masing-masing di rumah mereka.
Hampir semua fasilitas umum penduduk dapat mengakses WIFI seperti di pusat perbelanjaan, perpustakaan, restoran, dan hotel. Bahkan Negara ini menyediakan tempat khusus bagi penduduknya untuk menikmati WIFI gratis di beberapa kota besar khususnya.


2. Kroasia

Krosasia terletak di bagian tenggara benua Eropa merupakan negara kedua yang memiliki akses internet tercepat. Kecepatan rata-rata download di Kroasia mencapai 14,05 Mbps, sementara kecepatan upload rata-rata di Negara ini mencapai 11,21 Mbps. Penduduk di negara ini bisa menikmati WIFI dengan gratis di tempat-tempat tertentu khususnya di beberapa kota di Kroasia. tidak jauh berbeda dengan Lituania keberadaan warnet di Kroasia juga semakin jarang hal ini dikarenakan jaringan internet di kroasia semakin meluas.

3. Estonia

Negara ini terletak di bagian Utara benua eropa yang memiliki rata-rata kecepatan downloadnya internet hingga 13.75 Mbps dan kecepatan rata-rata uploadnya mencapai 12,04 Mbps. Penduduk dinegara ini sangat dimudah kan untuk mengakses internet secara gratis, tidaklah mengherankan mengingat di negara ini terdapat ratusan internet hotspot yang dapat ditemui seperti di restoran, kafe, hotel, pusat perbelanjaan, pelabuhan, hingga di dalam bus jarak jauh dan bahkan di tengah taman nasional. 

4. Irlandia

Irlandia terletak di laut Atlantik Utara merupakan negara yang memiliki rata-rata kecepatan download hingga 11,43 Mbps dan rata-rata kecepatan uploadnya  5,2 Mbps.Tidak jauh berbeda dengan negara sebelumnya, di Irlandia kita dapat menemukan koneksi WIFI tempat-tempat umum seperti restoran, kafe dan hotel bahkan di atas kereta jarak jauh, kereta komuter, dan bus umum juga kita dapat menemukan jaringan internet.


Tentu bagi negara kita sendiri Indonesia untuk mewujudkan suatu hal seperti empat negara diatas tidaklah mudah, hal ini dikarenakan negara kita yang sangat luas, namun dapat dilakukan secara bertahap demi tahap, salah satunya ialah menyediakan akses internet di setiap sekolah maupun kampus. Untuk itu menurut hemat saya agar mendukung program UNTAN menuju cyber university, pemerintah maupun pihak kampus seharusnya memberikan kemudahan bagi mahasiswanya untuk mengakses internet secara gratis dan bisa di akses dimana saja selama berada di area kampus dan akses internet memiliki kecepatan yang lumayan kencang dan stabil.



Beberapa program UNTAN yang sudah berjalan untuk menuju cyber university diantaranya :

SIAKAD

Sistem Informasi Akademik atau biasa disingkat dengan SIAKAD. Pada sistem ini mahasiswa bisa menginput KRS/LIRS secara online sehingga  dimana pun berada mahasiswa dapat dengan mudah menginput KRS/LIRS. Disamping menginput KRS/LIRS, mahasiswa juga bisa melihat KHS/ LIHS di SIAKAD tersebut. Syaratnya hanya dengan menggunakan NIM dan password yang telah diberikan oleh pihak administrasi saat pertama resmi menjadi mahasiswa UNTAN. 

UNTAN Membangun Ekosistem Digital Menuju Cyber University

Baca juga : SIAKAD UNTAN dengan domain dan tampilan baru

E-Learning

E-Learning merupakan portal pembelajaran daring/online untuk para civitas akademika UNTAN yang digunakan untuk melengkapi sistem pembelajaran konvensional di kelas. Dalam pembelajaran online ini lebih banyak mengadopsi istilah self-directed learning, maka self-directed learning mahasiswa menjadi sangat penting. Self-directed learning (SDL) artinya mahasiswa belajar secara bebas dengan menentukan arah rencana, sumber, dan keputusan untuk mencapai tujuan akademik.  Dengan adanya portal pembelajaran daring ini  proses belajar mengajar dapat menjadi lebih efektif dan efisien. Hanya perlu mengakses website e-learning.untan.ac.id

UNTAN Membangun Ekosistem Digital Menuju Cyber University

Akhirnya pada tanggal 16 Maret 2020 kemarin, Rektor UNTAN melakukan monitoring sekaligus memberikan arahan kepada Dosen-dosen UNTAN yang melakukan kuliah daring atau kuliah via online. Kuliah daring/online di berlakukan dalam rangka mencegah virus korona atau Covid-19 meluas. Kuliah daring ini dilakukan dengen dua metode e-learning yaitu menggunakan mode asynchronous moodle yang telah divalidasi LPPPM Untan dan menggunakan mode Synchronous Google Hangouts dan asynchronous google classroom. Pembelajaran e-learning akan diadakan selama 14 hari kedepan dari 16 Maret 2020 sampai 29 Maret 2020. Selain UNTAN semua perguruan tinggi dan beberapa sekolah di Indonesia juga memberlakukan Kuliah dan pembelajaran daring/online.

Sistem Monitoring Presensi Kuliah

Salah satu fakultas di UNTAN  yang saya ketahui sudah menggunakan sistem  ini yaitu fakultas hukum.  Dimana dengan adanya sistem ini siapa saja dapat melihat persentasi kehadiran perkuliahan mahasiswa dengan syarat mengetahui NIM – nya, tentu saja NIM yang di input harus mahasiswa fakultas hukum. Bahkan bisa mengecerk ketidakhadiran Dosen, bisa dilihat melalui jadwal di halaman dashboard sistem tersebut. Untuk menggunakan sistem ini hanya perlu mengakses alamat website hukum.untan.ac.id/presensi. Semoga fakultas lainnya di UNTAN dapat segera menggunakan sistem monitoring presensi kuliah ini.


UNTAN Membangun Ekosistem Digital Menuju Cyber University


Kesimpulan 

Sekali lagi salah satu aspek penting yang harus diperhatikan agar UNTAN Membangun Ekosistem Digital Menuju Cyber University ialah akses internet yang cepat namun stabil. Karena dengan adanya internet pasti makin banyak inovasi-inovasi yang bisa di ciptakan oleh mahasiswa UNTAN.

Referensi :
https://www.untan.ac.id


Share:

2 comments:

  1. UNTAN, ah kampus favorit emang bangga betul bisa kuliah di Universitas Tanjungpura

    ReplyDelete

Terima Kasih sudah berkunjung, tinggalkan saran dan komentarnya

For More Info (Just Click)

Popular Posts

Hi I'm Eko

Hi I'm Eko
My name is Wahyu Eko Cahyanto, I'm a running enthusiast, Whatsapp : 0896 0186 2879, email : weko333@gmail.com

Recent Posts