• Semua Tentang Korea

    Korea

    blog bangekoo.my.id membahas informasi seputar korea seperti drama korea K-Drama, K-Pop, dan informasi menarik lainnya mengenai korea

  • Semua Tentang Liburan

    Travelling

    blog bangekoo.my.id juga membahas tentang pengalaman liburan maupun informasi liburan seperti informasi liburan di jogja

  • Semua Tentang Lari

    Running

    blog bangekoo.my.id juga membahas tentang pengalaman saat mengikuti ajang lari maupun informasi yang terkait dengan dunia lari

  • Semua tentang Review

    Review

    blog bangekoo.my.id juga membahas tentang review baik makanan, barang maupun lainnya, tapi saat ini kebanyakan aku suka review makanan

  • Semua Tentang Untan

    UNTAN

    blog bangekoo.my.id kadang juga membahas tentang informasi yang berkaitan dengan Universitas Tanjungpura atau UNTAN

Landasan Kultural Dalam Pendidikan

Pengertian Landasan Kultural


Kebudayaan sebagai gagasan dan karya manusia beserta hasil budi dan karya itu akan selalu terkait dengan pendidikan, utamanya belajar. Kebudayaan adalah hasil cipta dan karya manusia berupa norma-norma, nilai-nilai, kepercayaan, tingkah laku, dan teknologi yang dipelajari dan dimiliki oleh semua anggota masyarakat tertentu. Dalam UU-RI No. 2 Tahun 1989 Pasal 1 ayat 2 ditegaskan bahwa yang dimaksud dengan Sistem Pendidikan Nasional adalah pendidikan yang berakar pada kebudayaan bangsa Indonesia yang berdasarkan pada Pancasila dan UUD 1945.

landasan kultural dalam pendidikan

Kebudayaan dapat dibentuk, dilestarikan, atau dikembangkan melalui pendidikan. Baik kebudayaan yang berwujud ideal, atau kelakuan dan teknologi, dapat diwujudkan melalui proses pendidikan. Sebagai contoh dalam penggunaan bahasa, setiap masyarakat dapat dikatakan mengajarkan kepada anak-anak untuk mengatakan sesuatu, kapan hal itu dapat dikatakan, bagaimana mengatakannya, dan kepada siapa mengatakannya. Dengan kata lain, fungsi pokok setiap sistem pendidikan adalah untuk mengajarkan anak-anak pola-pola tingkah laku yang sesuai esensial tersebut.

landasan kultural dalam pendidikan
sumber foto : google

Cara-cara untuk mewariskan kebudayaan :

  • Cara Informal Terjadi di dalam keluarga
  • Cara Nonformal Terjadi di dalam masyarakat
  • Cara Formal Melibatkan lembaga khusus yang di bentuk  unntuk tujuan pendidikan
Transformasi Kebudayaan
Usaha-usaha menuju pola tingkah laku, norma-norma, dan nilai-nilai baru 

Peran Pendidikan bagi Kebudayaan

  • Sebagai Pewarisan
  • Sebagai Pemegang Peran
  • Sebagai Pemberi Konstribusi

Fungsi Pendidikan bagi Kebudayaan

  • Penyalur Kebudayan (Transmisi)
  • Pelestari Kebudayan
  • Pengembang Kebudayaan (Transformasi)

a. Kebudayaan dan sekolah

Tradisi kebudayan menghambat perkembangan dalam berkompetisi dengan kelompok lain. Sejalan dengan penelitian Otto Klinerberg (1954) bahwa kegagalan kelompok minoritas umumnya bukan disebabkan semata-mata oleh ras, atau suku namun disebabkanoleh tradisi budaya mereka.

b. Prasangka dan pertentangan di berbagai kelompok budaya

Pertentangan yang disebabkan adanya berbagai kelompok budaya dari ras dapat berupa prasangka negatif di antara sesama kelompok dan hal ini berpengaruh terhadap pendidikan dan penyesuaian guru agar peran serta orang tua dalam kegiatan sekolah dapat tercipta.

c. Stereotipe

Keefektifan dalam pengajaran timbul dan siswa akan lebih terbimbing, serta kesegaran dan rasa takut berkurang jika guru menunjukkan stereotipe yang menyenangkan.Faktor budaya dalam proses pengajaran (culture factors in teaching). Mengajar merupakan upaya mengkomunikasikan secara jelas tentang nilai-nilai pengajaran. Dalam hal ini banyak hal yang mempengaruhi, seperti: nilai-nilai budaya orang tua, penggunaan bahasa, keadaan sosial yang dibawa anak dari lingkungan (tradisi) dan pengaruh kelompok dominan. Keadaan ini mensyaratkan pemahaman dan penyesuaian guru agar peran serta orang tua dalam kegiatan sekolah dapat tercipta.

d. Pelatihan budaya untuk pendidikan

Perlu dikembangkan kondisi sekolah yang didalamnya terdapat pertentangan antara kelompok mayoritas dan minoritas yang sering menghadapi konflik budaya antara guru, siswa dan orang tua. Kenyataan ini menuntut adanya kepelatihan budaya bagi pendidik agar ia mampu menghubungkan nilai-nilai budaya dengan pengajaran dan proses pengajaran.

e. Masalah kewibawaan merupakan ubahan (variabel) yang tidak dapat diabaikan

Penguasaan terbadap kewibawaan guru lebih membantu siswa dalam penguasaan bahan-bahan pengajaran.

f. Sub-kebudayaan (sub-culture)

Perbedaan warna kulit dan kemiskinan menjadi penghambat dalam pelaksanaan pendidikan. Karena kelompok-kelompok tersebut saling menolak terhadap pelayanan sekolah. Hambatan ini dapat diatasi melalui pendidikan orang tua, memadukan sub-culture di sekolah, mengadakan penyesuaian tingkah laku di sekolah dan kurikulum sekolah wajib memperhatikan latar belakang budaya siswa.

h. Dinamika kelompok sosialisasi

Sekolah mampu menghilangkan adanya kelompok-kelompok minoritas dan membawanya ke arah perubahan melalui proses sosialisasi. 

Pentingnya Landasan Pendidikan dalam Proses Pendidikan

Jika kita berbicara tentang esensi landasan pendidikan dalam proses pendidikan, maka hal itu akan dikaitkan juga dengan study pendidikan dan praktek pendidikan yang merupakan dua hal yang saling berkaitan dan tidak dapat dipisahkan dalam dunia pendidikan. Praktek tanpa study tidak mungkin berlangsung, demikian pula study tanpa praktek ibarat hampa tak ada gunanya. Study pendidikan merupakan seperangkat kegiatan yang bertujuan untuk memahami suatu prinsip, konsep, atau teori pendidikan, sedangkan praktek pendidikan merupakan seperangkat kegiatan bersama yang bertujuan membantu pihak lain agar mengalami perubahan tingkah laku yang di harapkan. Berdasarkan hal tersebut maka konsep, prinsip atau teori pendidikan yang dibutuhkan dalam praktek pendidikan merupakan landasan bagi berlangsungnya proses pendidikan, dengan demikian landasan yang kokoh dan terarah merupakan pijakan dalam suatu kegiatan pedidikan. Landasan pendidikan merupakan norma dasar pendidikan yang bersifat imperatif; artinya mengikat dan mengharuskan semua pihak yang terlibat dalam pelaksanaan pendidikan untuk setia melaksanakan dan mengembangkan berdasarkan landasan pendidikan yang dianut.  


Kebudayaan Nasional sebagai Landasan Sistem Pendidikan Nasional tercantum dlm UU RI No.2/1989 Pasal 1 Ayat 2

LANDASAN PENDIDIKAN NASIONAL INDONESIA


  1. Landasan Ideal: Pancasila
  2. Landasan Konstitusional: UUD 1945
  3. Landasan Operasional: GBHN dan UUSPN (yang sekarang UU No. 20 Tahun 2003)

Fungsi Landasan Pendidikan bagi Calon Pendidik

Makna fungsi berkaitan dengan manfaat. Adapun manfaat calon pendidik mempelajari landasan pendidikan diantaranya :

  1. Mengetahui berbagai konsep, prinsip dan teori pendidikan dalam melaksanakan praktek pendidikan.
  2. Mempunyai sikap kritis terhadap pandangan-pandangan teori pendidikan.
  3. Memberikan kontribusi pada pola pikir dan pola kerja calon pendidikan.
  4. Lebih meyakini tentang konsep, prinsip dan teori pendidikan dalam pelaksanaan pendidikan.
  5. Memiliki kesiapan studi pendidikan lebih lanjut.

Jadi Kesimpulannya ??

Landasan Kultural adalah landasan pendidikan yang berakar pada kebudayaan bangsa Indonesia, sedangkan kebudayaan adalah hasil cipta dan karya manusia berupa norma-norma, nilai-nilai, kepercayaan, tingkah laku, dan teknologi yang dipelajari dan dimiliki oleh semua anggota masyarakat tertentu.

Share:

Landasan Sosiologis Dalam Pendidikan

Pengertian Landasan Sosiologis


Pendidikan berlangsung dalam pergaulan antara pendidik dengan anak didik. Dapatnya anak didik bergaul karena baik pendidik maupun anak didik adalah merupakan makhluk sosial, yaitu makhluk yang selalu saling berintegrasi, saling tolong menolong, saling ingin maju, ingin berkumpul, ingin menyesuaikan diri, hidup dalam kebersamaan dan lain sebagainya.



landasan sosiologis dalam pendidikan


Dengan demikian, manusia sebagai makhluk sosial, menjadikan sosiologi sebagai landasan bagi proses dan pelaksanaan pendidikan,karena memang karakteristik dasar manusia sebagai makhluk sosial akan berkembang dengan baik dan menghasilkan kebudayaan-kebudayaan yang bernilai serta peradaban tinggi melalui pendidikan.
landasan sosiologis dalam pendidikan
sumber foto : google

Landasan sosiologis berkenaan dengan perkembangan, kebutuhan dan karakteristik masyarakat.
Landasan sosiologis pendidikan adalah acuan atau asumsi dalam penerapan pendidikan yang bertolak pada interaksi antar individu sebagai mahluk sosial dalam kehidupan bermasyarakat. 
Sosiologi pendidikan merupakan analisis ilmiah tentang proses sosial dan pola-pola interaksi sosial didalam sistem pendidikan. Ruang lingkup yang dipelajari oleh sosiologi pendidikan meliputi empat bidang :

1. Hubungan sistem pendidikan dengan aspek masyarakat lain,yang mempelajari:

  • fungsi pendidikan dalam kebudayaan 
  • hubungan sistem pendidikan dan proses kontrol sosial dan sistem kekuasaan
  • fungsi sistem pendidikan dalam memelihara dan mendorong proses sosial dan perubahan kebudayaan 
  • hubungan pendidikan dengan kelas sosial atau sistem status
  • fungsionalisasi sistem pendidikan formaldalam hubungannya dengan ras, kebudayaan, atau kelompok kelompok dalam masyarakat

2. Hubungan kemanusiaan disekolah yang meliputi :

  • sifat kebudayaan sekolah khususnya yang berbeda dengan kebudayaan di luar sekolah
  • pola interaksi sosial atau struktur masyarakat sekolah

3.Pengaruh sekolah pada perilaku anggotanya, yang mempelajari:

  • peranan sosial guru
  • sifat kepribadian guru
  • pengaruh kepribadian guru terhadap tingkah laku siswa
  • fungsi sekolah dalam sosialisasi anak – anak

4.Sekolah dalam komunitas, yang mempelajari pola interaksi antara sekolah dengan kelompok sosial lain di dalam komunitas nya ,yang meliputi:

  • Pelukisan tentang komunitas seperti tampak dalam pengaruhnya terhadap organisasi sekolah
  • Analisis tentang proses pendidikan seperti tampak terjadi pada sistem sosial komunitas kaum tidak terpelajar  
  • Hubungan antara sekolah dengan komunitas dalam fungsi pendidikannya
  • Faktor-faktor demografi dan ekologi dalam hubungannya dengan oragnisasi sekolah.
Kegiatan pendidikan dapat berlangsung baik di lingkungan keluarga, sekolah dan masyarakat.
Pendidikan keluarga, sangat berperan dalam hal memberikan keyakinan agama, nilai budaya, nilai moral dan keterampilan.Pengaruh keluarga sangat penting sebab keluarga lembaga sosial pertama yang dikenal oleh anak.
Kelompok sebaya, semacam organisasi yang tidak memiliki struktur yang jelas dan tidak mempunyai tujuan yang bersifat permanen, namun sangat berperan dalm meningkatkan rasa solidaritas diantara anggota kelompoknya. Kelompok sebaya memberikan model,identitas,dukungan (support), menumbuhkan sifat kerja sama dan membuka pengalaman anak lebih luas.
Kelompok sosial dalam masyarakat seperti kelompok keagamaan , organisasi pramuka & pemuda, dsb

Masyarakat indonesia sebagai Landasan Sosiologis Sistem Pendidikan Nasional


Perkembangan masyarakat Indonesia dari masa ke masa telah mempengaruhi sistem pendidikan nasional. Hal tersebut sangatlah wajar, mengingat kebutuhan akan pendidikan semakin semakin meningkat dan kompleks. Landasan sosiologis mengandung norma dasar pendidikan yang bersumber dari norma kehidupan masyarakat yang dianut oleh suatu bangsa. 
Untuk memahami kehidupan bermasyarakat suatu bangsa kita harus memusatkan perhatian kita pada pola hubungan antara pribadi dan antar kelompok dalam masyarakat tersebut. eningkat dan kompleks.

Landasan sosiologis pendidikan di Indonesia menganut paham integralistik yang bersumber dari norma kehidupan masyarakat: 
  1. kekeluargaaan dan gotong royong, kebersamaan, musyawarah untuk mufakat, 
  2. kesejahteraan bersama menjadi tujuan hidup bermasyarakat, 
  3. negara melindungi warga negaranya, dan 
  4. selaras serasi seimbang antara hak dan kewajiban. Oleh karena itu, pendidikan di Indonesia tidak hanya meningkatkan kualitas manusia orang perorang melainkan juga kualitas struktur masyarakatnya

Share:

Landasan Filosofis Dalam Pendidikan

Pengertian Landasan Filosofis

Di dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (1995:260) istilah landasan diartikan sebagai alas, dasar, atau tumpuan. Adapun istilah landasan sebagai dasar dikenal pula sebagai fundasi. Mengacu kepada pengertian tersebut, kita dapat memahami bahwa landasan adalah suatu alas atau dasar pijakan dari sesuatu hal; suatu titik tumpu atau titik tolak dari sesuatu hal; atau suatu fundasi tempat berdirinya sesuatu hal.

Banyak pengertian tentang filsafat. Plato misalnya, menyebut filsafat sebagai "ilmu pengetahuan tentang kebenaran", sedangkan Socrates menyebut filsafat sebagai "cara berpikir yang radikal, menyeluruh, dan mendasar".


Landasan filosofis pendidikan


Menurut Immanuel Kant (1724-1804) yang seringkali disebut sebagai raksasa pemikir Barat, filsafat adalah ilmu pokok yang merupakan pangkal dari segala pengetahuan. 
Selain itu dapat diartikan juga bahwa filsafat adalah pemikiran dan perenungan secara mendalam tentang sesuatu samapi ke akar-akarnya. Filsafat membahas sesuatu dari segala aspeknya yang mendalam, maka dikatakan kebenaran filsafat adalah kebenaran ilmu yang bersifat relatif.

Landasan filosofis pendidikan adalah asumsi filosofis yang dijadikan titik tolak dalam rangka studi dan praktek pendidikan. Landasan filosofis bersumber dari pandangan-pandanagan dalam filsafat pendidikan, menyangkut keyakianan terhadap hakekat manusia, keyakinan tentang sumber nilai, hakekat pengetahuan, dan tentang kehidupan yang lebih baik dijalankan. Aliran filsafat yang kita kenal sampai saat ini adalah Idealisme, Realisme, Perenialisme, Esensialisme, Pragmatisme dan Progresivisme dan Ekstensialisme.

  • Idealisme adalah sistem filsafat yang menekankan pentingnya keunggulan pikiran (mind), roh (soul) atau jiwa (spirit) dari pada hal-hal yang bersifat kebendaan atau material.
  • Aliran filsafat realisme berpendirian bahwa pengetahuan manusia itu adalah gambaran yang baik dan tepat dari kebenaran.
  • Perensialisme adalah aliran pendidikan yang megutamakan bahan ajaran konstan (perenial) yakni kebenaran, keindahan, cinta kepada kebaikan universal. Perenialisme berpendirian bahwa untuk mengembalikan keadaan kacau balau seperti sekarang ini, jalan yang harus ditempuh adalah kembali kepada prinsip-prinsip umum yang telah teruji.
  • Esensialisme adalah mashab pendidikan yang mengutamakan pelajaran teoretik (liberal arts) atau bahan ajar esensial.
  • Prakmatisme adalah aliran filsafat yang memandang segala sesuatu dari nilai kegunaan praktis, di bidang pendidikan, aliran ini melahirkan progresivisme yang menentang pendidikan tradisional.
  • Eksistensialisme adalah aliran filsafat yg pahamnya berpusat pada manusia individu yang bertanggung jawab atas kemauannya yang bebas tanpa memikirkan secara mendalam mana yang benar dan mana yang tidak benar.

Lalu apa sih peran landasan filosofis bagi pendidikan ?

Peranannya adalah memberikan rambu-rambu apa dan bagaimana seharusnya pendidikan dilaksanakan. Rambu-rambu tersebut bertolak pada kaidah metafisika, epistemology dan aksiologi pendidikan sebagaimana studi dalam filsafat pendidikan.

Lalu hubungan filsafat dengan pendidikan ?

Hubungannya adalah, filsafat akan mengkaji persoalan yang berkaitan, dengan apa yang ingin diketahui.
Filsafat pendidikan menentukan arah ke mana peserta didik akan dibawa.

Manfaat Landasan Filosofis

  1. Menentukan arah ke mana peserta didik akan dibawa.
  2. Mendapat gambaran yang jelas tentang hasil output yang harus dicapai.
  3. Menentukan cara dan proses untuk mencapai tujuan pendiddikan.
  4. Memeberi kesatuan yang bulat tentang segala upaya pendidikan yang dilakukan.
Pancasila sebagai Landasan Filosofis Sistem Pendidikan Nasional Pasal 2 UU RI No.2 Tahun 1989 menetapkan bahwa pendidikan nasional berdasarkan pancasila dan UUD 1945. sedangkan Ketetapan MPR RI No. II/MPR/1978 tentang P4 menegaskan pula bahwa Pancasila adalah jiwa seluruh rakyat indonesia, kepribadian bangsa Indonesia, pandangan hidup bangsa Indonesia, dan dasar negara Indonesia.
P4 atau Ekaprasetya Pancakarsa sebagai petunjuk operasional pengamalan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam bidang pendidikan. Perlu ditegaskan bahwa pengalaman Pancasila itu haruslah dalam arti keseluruhan dan keutuhan kelima sila dalam Pancasila itu, sebagai yang dirumuskan dalam pembukaan UUD 1945, yakni Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan yang adil dan beradab, Persatuan Indonesia, Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan, dan Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. 

Sumber : Tugas Kuliah Kelompok 1 Mata Kuliah Pengantar Pendidikan Prodi Matematika FKIP UNTAN
Share:

For More Info (Just Click)

Kelas Growth dari Growthing.id

Label

Hi I'm Eko

Hi I'm Eko
My name is Wahyu Eko Cahyanto, I'm a running enthusiast, Whatsapp : 0896 0186 2879, email : weko333@gmail.com

Recent Posts