Showing posts with label Tugas Kuliah. Show all posts
Showing posts with label Tugas Kuliah. Show all posts

Azas Tut Wuri Handayani dan Azas Belajar Sepanjang Hayat

Azas Tut Wuri Handayani dan Azas Belajar Sepanjang Hayat

azas tut wuri handayani



Azas adalah:
  • Dasar, alas, pedoman,
  • Suatu kebenaran yang menjadi pokok  (tumpuan berfikir, berpendapat)
  • Cita cita yang menjadi dasar perkumpulan (negara)

Tut Wuri Handayani, 

Tut Wuri artinya mengikuti dari belakang dan Handayani berati memberikan dorongan moral atau dorongan semangat Asas Tut Wuri Handayani merupakan gagasan yang mula-mula dikemukakan oleh Ki Hajar Dewantara seorang perintis kemerdekaan dan pendidikan nasional. Ajaran kepemimpinan Ki Hadjar Dewantoro yang sangat poluler di kalangan masyarakat adalah 

Ing Ngarso Sun Tulodo, Ing Madyo Mbangun Karso, Tut Wuri Handayani.


Ing Ngarso Sun Tulodo artinya Ing ngarso itu didepan / dimuka, Sun berasal dari kata Ingsun yang artinya saya, Tulodo berarti tauladan. Jadi makna Ing Ngarso Sun Tulodo adalah menjadi seorang pemimpin harus mampu memberikan suri tauladan bagi bawahan atau anak buahnya


Tut Wuri Handayani ialah seorang komandan atau pimpinan harus memberikan dorongan moral dan semangat kerja dari belakang. Tut Wuri Handayani mengandung arti pendidik dengan kewibawaan yang dimiliki mengikuti dari belakang dan memberi pengaruh, tidak menarik-narik dari depan, membiarkan anak mencari jalan sendiri, dan bila anak melakukan kesalahan baru pendidik membantunya.


Menurut Asas Tut Wuri Handayani :
(1) pendidikan dilaksanakan tidak menggunakan syarat paksaan, 
(2) pendidikan  mengandung makna: momong, among, ngemong.
  • Among mengandung arti mengembangkan kodrat alam anak dengan tuntutan agar anak didik dapat mengembangkan hidup batin menjadi subur dan selamat. 
  • Momong mempunyai arti mengamat-amati anak agar dapat tumbuh menurut odratnya.
  • Ngemong berarti kita harus mengikuti apa yang ingin diusahakan anak sendiri dan memberi bantuan pada saat anak membutuhkan, 
(3)pendidikan menciptakan tertib dan damai (orde en vrede), 
(4) pendidikan tidak ngujo (memanjakan anak), dan 
(5)pendidikan menciptakan iklim, tidak terperintah, memerintah diri sendiri dan berdiri di atas kaki sendiri (mandiri dalam diri anak didik )

Ing Madyo Mangun Karso, Ing Madyo artinya di tengah-tengah,  Mbangun berarti membangkitan atau menggugah dan Karso diartikan sebagai bentuk kemauan atau niat. Jadi makna dari kata itu adalah seorang peminpin ditengah kesibukannya harus juga mampu membangkitkan atau menggugah semangat kerja anggota bawahanya.

Pendidikan  sepanjang hayat (life long education) adalah sebuah sistem pendidikan yang dilakukann oleh manusia ketika lahir sampai meninggal dunia.


Azas Belajar Sepanjang Hayat


Menurut Suprijanto (2007) proses belajar yang terjadi dalam diri seseorang yang sedang belajar berlangsung melalui enam tahapan yaitu :
  1. Motivasi
  2. Perhatian pada Pelajaran
  3. Menerima dan Mengingat
  4. Reproduksi
  5. Generalisasi
  6. Menerapkan Apa yang Telah
  7. Diajarkan serta Umpan Balik

Tujuan dari proses belajar sepanjang hayat adalah untuk mengembangkan diri, memberikan kemampuan peserta didik untuk berbuat seperti orang lain, membebaskan dari kebodohan, menjadi manusia yang kreatif, sensitive, dan dapat berperan aktif dalam proses pembangunan.

Kesimpulan



Asas Tut Wuri Handayani memberi kesempatan anak didik untuk melakukan usaha sendiri, dan ada kemungkinan mengalami berbuat kesalahan, tanpa ada tindakan (hukuman) pendidik. 

Pendidikan hanya akan berakhir apabila manusia telah meninggal dunia.

Share:

Landasan Ilmiah dan Teknologi dalam Pendidikan

Landasan Ilmah dan Teknologi dalam pendidikan. Istilah ”Teknologi” berasal dari kata Yunani “technologis”. Technie berarti seni, keahlian atau sains; dan logos berarti ilmu. Teknologi Pendidikan dalam arti sempit merupakan media pendidikan, yaitu hasil teknologi sebagai alat bantu dalam pendidikan agar berhasil guna, efisien dan efektif.

Dalam arti luas menurut Association for Educational Communication and Technology (AECT) adalah proses yang kompleks dan terpadu yang melibatkan orang , prosedur, ide, peralatan dan organisasi untuk menganalisis masalah, mencari problem solving, melaksanakan evaluasi dan mengelola pemecahan masalah yang menyangkut semua aspek belajar manusia.

Menurut National Centre for Programmed Learning, UK, teknologi pendidikan adalah penerapan pengetahuan ilmiah mengenai belajar dan kondisi belajar untuk meningkatkan keefektifan dan efisiensi pengajaran dan pelatihan. Jika tidak ada temuan atau prinsip ilmiah, maka teknologi pendidikan menggunakan tehnik teruji secara empirik untuk meningkatkan proses belajar.


landasan ilmiah dan teknologi pendidikan

Landasan Ilmiah


Teknologi pendidikan merupakan cabang ilmu yang memiliki obyek format “belajar” manusia, baik secara pribadi maupun secara kelompok yang memiliki pola pendekatan-pendekatan sebagai berikut :
  1. Isomeristik, yaitu pendekatan yang menggabungkan berbagai unsure yang saling berkaitan dan membentuk satu kesatuan yang lebih bermakna.
  2. Sistematik, yaitu dilakukan secara teratur dan menggunakan pola tertentu dan runtut.
  3. Sistemik, dilakukan secara menyeluruh, holistic atau komprehens.


Pengkajian Ilmiah Dalam Teknologi Pendidikan Tidak Terlepas Dari Hal-Hal Berikut :



  • Falsafah dan landasan ilmiah yang menunjang keberadaan dan perkembangannya
  • Unsur-unsur dasar yang membentuknya
  • Arah perkembangannya serta kegunaannya



Pengertian tentang Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK)



  • Pengetahuan adalah segala sesuatu yang diperoleh melalui berbagai cara pengindraan terhadap fakta, penalaran (rasio), intuisi dan wahyu.
  • Ilmu pengetahuan adalah pengetahuan yang memenuhi kriteria dari segi ontologis, epistemologis dan aksiologis secara kosekuen dan penuh disiplin.
  • Ilmu pengetahuan dari segi tujuan pokoknya, terbagi atas ilmu dasar dan ilmu terapan.
  • Ilmu dasar digunakan demi kemajuan ilmu itu sendiri .
  • Ilmu terapan digunakan untuk mengatasi masalah dan memajukan kesejahteraan manusia



Tiga Kriteria Pengetahuan



  • Antologi merupakan bidang kajian ilmu itu apa, bagaimana wujud hakiki dari objek tersebut dan bagaimana hubungannya dengan daya tangkap manusia.
  • Estimologi merupakan pendekatan yang digunakan dalam suatu ilmu
  • Aksiologi kajian tentang nilai guna, baik secara umum maunpun secara khusus, baik secara kasad mata maupun secara abstrak.


Perkembangan IPTEK sebagai Landasan Ilmiah


IPTEK merupakan salah satu hasil dari usaha manusia untuk mencapai kehidupan yang lebih baik, yang telah dimulai dari permulaan kehidupan manusia.

Bukti historis menunjukan bahwa usaha mula bidang kelimuan yang tercatat adalah oleh bangsa Mesir purba kemudian berkembang ilmu lainnya dari bangsa Babylonia, Hindu, Yunani kuno, Arab di zaman permulaan Islam, dan melalui bangsa-bangsa Eropa berkembang ke seluruh penjuru dunia. Perkembangan ilmu tersebut antara lain: ontologis, epistemologis, maupun aksiologis dan semakin lama perkembangan itu semakin cepat.

Seperti telah dikemukakan, perkembangan dan pemanfaatan IPTEK pada umumnya ditempuh rangkaian kegiatan : Penelitian dasar, penelitian terapan, pengembangan teknologi, dan penerapan teknologi. Langkah-langkah ini bertujuan untuk menentukan apakah hasil IPTEK itu dapat diterima oleh masyarakat dan apakah dampaknya dari tidak bertentangan dengan nilai-nilai luhur dari masyarakat.

Ada 6 hal kegunaan yang potensial dalam teknologi pendidikan yaitu:


1. Meningkatkan peroduktivitas pendidikan dengan jalan


  • memperlaju penahanan belajar
  • membantu guru untuk menggunakan waktunya secara lebih baik
  • mengurangi beban guru dalam penyajian informasi, sehingga guru dapat lebih banyak membina dan mengembangkan kegairahan belajar anak.

2. Memberikan kemungkinanan pendidikan yang sifatnya  individual dengan jalan


  • mengurangi kontrol guru yang kaku dan sederhana
  • memberikan kesempatan anak sesuai kemampuannya


3. Memberikan dasar pengajaran yang lebih ilmiah dengan halan


  • perencanaan program pengajaran yang lebih sistematik
  • pengembangan bahan pengajaran yang dilandasi penelitian tentang prilaku

4. Lebih menerapkan pelajaran, dengan jalan


  • meningkatkan kapasitas manusia dengan berbagai media komunikasi
  • penyajian informasi dan data secara lebih konkrit

5. Memungkinkan belajar  lebih akrab


  • mengurangi jurang pemisah antara pelajaran didalam dan diluar sekolah
  • memberikan pengetahuan tangan pertama

6. Memungkinkan penyajian pendidikan lebih luas dan merata, terutama dengan jalan


  • pemanfaatan bersama tenaga atau kejadian yang langka
  • penyajian informasi menembus batas geografi


Manfaat ilmu pengetahuan dan teknologi yang melandasi pendidikan harusnya :  


  1. mampu memberikan kesejahteraan lahir dan batin setinggi-tingginya
  2. mampu mendorong pemanfaatan pengembangan sesuai tuntutan zaman
  3. mampu menjamin penggunaannya secara bertanggung jawab
  4. mampu memberi dukungan nilai-nilai agama dan nilai luhur budaya bangsa
  5. mampu mencerdaskan kehidupan bangsa
  6. mampu meningkatkan produktivitas, efisiensi, dan efektivitas sumber daya manusia.
Share:

Landasan Psikologis dalam Pendidikan

LANDASAN PSIKOLOGIS

Dasar psikologis berkaitan dengan prinsip-prinsip belajar dan perkembangan anak. Pemahaman terhadap peserta didik, utamanya yang berkaitan dengan aspek kejiwaan merupakan salah satu kunci keberhasilan pendidikan. Oleh karena itu, hasil kajian dan penemuan psikologis sangat diperlukan penerapannya dalam bidang pendidikan.

landasan psikologis dalam pendidikan

PENGERTIAN PSIKOLOGI


Psikologi berasal dari kata Yunani “psyche” yang artinya jiwa. Logos berarti ilmu pengetahuan. Jadi secara etimologi psikologi berarti : “ilmu yang mempelajari tentang jiwa, baik mengenai gejalanya, prosesnya maupun latar belakangnya”. Namun pengertian antara ilmu jiwa dan psikologi sebenarnya berbeda atau tidak sama  (menurut Gerungan dalam Khodijah : 2006) karena : 
Ilmu jiwa adalah : ilmu jiwa secara luas termasuk khalayan dan spekulasi tentang jiwa itu.
Ilmu psikologi adalah : ilmu pengetahuan mengenai jiwa yang diperoleh secara sistematis dengan metode-metode ilmiah

Definisi Psikologi Oleh Beberapa Ahli 


  • Willhelm Wundt (dalam Khodijah, 2006) menyatakan bahwa psikologi adalah ilmu tentang kesadaran manusia (the science of human consciouness). Definisi ini sangat membatasi tentang garapan psikologi karena tidur dan mimpi dianggap bukan sebagai kajian psikologi.
  • Woodworth dan Marquis (dalam Khodijah, 2006) menyatakan bahwa psikologi adalah ilmu tentang aktivitas-aktivitas individu mencakup aktivitas motorik, kognitif, maupun emosional.
  • Branca (dalam Khodijah, 2006) dalam bukunya yang berjudul Psychology The Science of Behavior, mendefinisikan psikologi sebagai ilmu tentang perilaku
  • Sartain dkk (dalam Khodijah, 2006) menyatakan bahwa psikologi merupakan ilmu tentang perilaku manusia
  • Knight (dalam Khodijah, 2006) menyatakan bahwa psikologi dapat didefinisikan sebagai suatu study sistematis tentang pengalaman dan perilaku manusia dan hewan, normal dan abnormal, individu dan social.
  • Morgan dkk (dalam Khodijah, 2006) menyatakan bahwa psikologi adalah ilmu tentang perilaku manusia dan hewan, namun penerapan ilmu tersebut pada manusia (the science of human and animal behavior; it includes the application of this science to human problems).


Dapat disimpulkan bahwa psikologi adalah ilmu yang memepelajari gejala kejiwaan yang ditampakkan dalam bentuk perilaku baik manusia ataupun hewan yang pemanfaatannya untuk kepentingan manusia ataupun aktivitas-aktivitas individu baik yang disadari ataupun yang tidak disadari yang diperoleh melalui suatu proses atau langkah-langkah ilmiah tertentu.

Pengertian Landasan Psikologis dalam Pendidikan


Psikologi atau ilmu jiwa adalah ilmu yang mempelajari jiwa manusia. Jiwa itu sendiri adalah roh dalam keadaan mengendalikan jasmani, yang dapat dipengaruhi oleh alam sekitar. Jiwa manusia berkembang sejajar dengan pertumbuhan jasmani. Pendidikan selalu melibatkan aspek kejiwaan manusia, sehingga landasan psikologis pendidikan merupakan suatu landasan dalam proses pendidikan yang membahas berbagai informasi tentang kehidupan manusia pada umumnya serta gejala-gejala yang berkaitan dengan aspek pribadi manusia pada setiap tahapan usia perkembangan tertentu untuk mengenali dan menyikapi manusia sesuai dengan tahapan usia perkembangannya yang bertujuan untuk memudahkan proses pendidikan.

CABANG – CABANG PSIKOLOGI


Psikologi Perkembangan

Psikologi perkembangan merupakan ilmu yang mempelajari tentang perilaku individu berkenaan dengan perkembangannya. Dalam psikologi perkembangan dikaji tentang hakekat perkembangan, pentahapan perkembangan, aspek-aspek perkembangan, tugas-tugas perkembangan individu, serta hal-hal lainnya yang berhubungan perkembangan individu, yang semuanya dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan dan mendasari pengembangan teknologi pendidikan. 

Psikologi perkembangan menurut Rouseau  masa perkembangan anak  atas empat tahap yaitu :

  1. Masa bayi dari 0 – 2 tahun sebagian besar merupakan perkembangan fisik.
  2. Masa anak dari 2 – 12 tahun yang dinyatakan perkembangannya baru seperti hidup manusia primitif.
  3. Masa pubertas dari 12 – 15 tahun, ditandai dengan perkembangan pikiran dan kemauan untuk berpetualang.
  4. Masa adolesen dari 15 – 25 tahun, pertumbuhan seksual menonjol, sosial, kata hati, dan moral. Remaja ini sudah mulai belajar berbudaya.


Psikologi  belajar


Psikologi belajar merupakan ilmu yang mempelajari tentang perilaku individu dalam konteks belajar. Psikologi belajar mengkaji tentang hakekat belajar dan teori-teori belajar, serta berbagai aspek perilaku individu lainnya dalam belajar, yang semuanya dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan sekaligus mendasari pengembangan teknologi pendidikan.

Teori Belajar 


Teori belajar klasik masih tetap dapat dimanfaatkan, antara lain untuk menghapal perkalian dan melatih soal-soal (Disiplin Mental). Teori Naturalis bisa dipakai dalam pendidikan luar sekolah terutama pendidikan seumur hidup.
Teori belajar behaviorisme bermanfaat dalam mengembangkan perilaku-perilaku nyata, seperti rajin, mendapat skor tinggi, tidak berkelahi dan sebagainya.
Teori-teori belajar kognisi berguna dalam mempelajari materi-materi yang rumit yang membutuhkan pemahaman, untuk memecahkan masalah dan untuk mengembangkan ide (Pidarta, 2007:218). 

Psikologi Sosial


Menurut Hollander (1981) psikologi sosial adalah psikologi yang mempelajari psikologi seseorang di masyarakat, yang mengkombinasikan  ciri-ciri psikologi dengan ilmu sosial untuk mempelajari pengaruh masyarakat terhadap individu dan antar individu (dikutip Pidarta, 2007:219).

Perkembangan Peserta Didik sebagai Landasan Psikologis


Perkembangan adalah proses terjadinya perubahan pada manusia baik secaara fisik maupun secara mental sejak berada di dalam kandungan sampai manusia tersebut meninggal. Proses perkembangan pada manusia terjadi dikarenakan manusia mengalami kematangan dan proses belajar dari waktu ke waktu.

Peserta didik selalu berada dalam proses perubahan, baik karena pertumbuhan maupun karena perkembangan. Pertumbuhan terutama karena pengaruh faktor internal sebagai akibat kematangan dan proses pendewasaan, sedangkan perkembangan terutama karena pengaruh lingkungan

Selain itu, belajar adalah sebuah proses yang berkesinambungan dari sebuah pengalaman yang akan membuat suatu individu berubah dari tidak tahu menjadi tahu (kognitif), dari tidak mau menjadi mau (afektif) dan dari tidak bisa menjadi bisa (psikomotorik), misalnya seseorang anak yang belajar mengendarai sepeda akan terlebih dahulu diberi pengarahan oleh orang tuanya lalu anak tersebut mencoba untuk mengendarai sepeda hingga menjadi bisa.

Share:

Soal UTS Profesi Kependidikan-1

Kali ini saya akan posting soal ujian tengah semester pada mata kuliah profesi kependidikan di program studi pendidikan matematika. hal ini saya posting agar menjadi kisi-kisi bahan belajar kalian, langsung saja berikut soalnya

mata kuliah profesi kependidikan




Soal UTS Profesi Kependidikan

  • Jelaskan perbedaan istilah profesi, profesional, profesionalisasi dan profesionalisme
  • Suatu profesi paling tidak memenuhi beberapa kriteria, sebutkan paling sedikit 6 kriteria.
  • Sebutkan dan jelaskan minimal 5 lima alasan pentingnya kode etik profesi bagi guru
  • Kode etik mempunyai prinsip-prinsip komitmen kepada siswa, komitmen kepada masyarakat, komitmen kepada profesi dan komitmen pada penerapan kerja profesional, jelaskan secara singkat masing-masing komitmen dimaksud
  • Jelaskan paling sedikit 3 alasan pentingnya sertifikasi bagi guru


Share:

Permutasi dan Kombinasi pada program Maple

Maple adalah salah satu paket program atau program aplikasi matematika yang berbasis komputer. Maple mampu melakukan perhitungan-perhitungan dengan cepat, mampu menyelesaikan persamaan-persamaan dalam matematika, serta mampu menggambarkan grafik fungsi matematika, simulasi modeling bahkan dapat menampilkan gambar dalam bentuk animasi.
Program maple mampu menjadi solusi dalam berbagai topik matematika, seperti analisis numerik, aljabar simbolik, kalkulus, persamaan diferensial, aljabar linear, simulasi dan visualisasi.




Maple bersifat sangat sensitive dalam pemakaian huruf besar dan huruf kecil dalam persamaan matematika. Untuk menyelesaikan permasalahan matematika maka digunakan simbol [ > 


Simbol  tersebut menandakan bahwa Maple siap dioperasikan dengan cara menuliskan perintah-perintah di depan symbol tersebut.
Contoh menghitung : 7 x 5 – 17 +20 + 32
sumber foto : google
Mau soal UTS Profesi Kependidikan? Klik disini
Jangan lupa mengakhiri perintah dengan semicolon (;), bila akan segera ingin mengetahui hasil operasi maple. Perintah diakhiri dengan colon (:) bila hasilnya tidak ingin ditampilkan tapi tetap diproses. Selanjutnya tekan [Enter], hasil :47
Sebaiknya sebelum perintah-perintah diberikan pada maple, dimulai dulu dengan perintah  [ >  restart ;   untuk pengosongan memori

Operasi Aritmetika
Simbol
Fungsi
+ dan -
Tambah dan kurang
* dan /
Kali dan bagi
^
Pangkat
Sqrt
Menghitung akar
Evalf
Memberikan nilai numerik
Fungsi
Nama Maple
Fungsi
e^x
Fungsi exponent   (  ex )
ln(e)
Logaritma Natural   =  log[e]
sin(x), cos(x), tan(x), cot(x), sec(x),
csc(x)

Fungsi trigonometri
arcsin(x), arcos(x) dan lainnya
Invers trigonometri
sinh(x), cosh(x) dan lainnya
Hiperbolik
arcsinh(x), arccosh(x) dan lainnya
Invers hiperbolik
             Semua sudut digunakan satuan radian

             Misal [> sin(30);                   30 dalam radian
Manipulasi Polinomial
Perintah Maple
Tujuannya
Simplify
Menyederhanakan ekspresi aljabar
Expand
Menguraikan suatu ekspresi 
Factor
Memfaktorkan suatu ekspresi 
Solve
Menyelesaikan system persamaan
Fsolve
Memberikan solusi numerik

Menyelesaikan Suatu Permasalahan mengenai permutasi dan kombinasi menggunakan program maple 13
sumber foto : google

Biasanya dalam menyelesaikan suatu permasalahan Permutasi menggunakan rumus :
Sedangkan dalam menyelesaikan suatu permasalahan Kombinasi menggunakan rumus :
Hubungan antara Permutasi dan Kombinasi dapat dinyatakan sebagai berikut :
Berikut ini merupakan langkah-langkah untuk menyelesaikan suatu permasalahan berkaitan dengan Permutasi dan Kombinasi dengan menggunakan program Maple13:
Contoh: Tentukan permutasi-2 dari 5 angka yang berbeda,misalnya (1,2,3,4,5)?

Selengkapnya silahkan download : disini
Share:

Landasan Kultural Dalam Pendidikan

Pengertian Landasan Kultural



Kebudayaan sebagai gagasan dan karya manusia beserta hasil budi dan karya itu akan selalu terkait dengan pendidikan, utamanya belajar. Kebudayaan adalah hasil cipta dan karya manusia berupa norma-norma, nilai-nilai, kepercayaan, tingkah laku, dan teknologi yang dipelajari dan dimiliki oleh semua anggota masyarakat tertentu. Dalam UU-RI No. 2 Tahun 1989 Pasal 1 ayat 2 ditegaskan bahwa yang dimaksud dengan Sistem Pendidikan Nasional adalah pendidikan yang berakar pada kebudayaan bangsa Indonesia yang berdasarkan pada Pancasila dan UUD 1945.





Kebudayaan dapat dibentuk, dilestarikan, atau dikembangkan melalui pendidikan. Baik kebudayaan yang berwujud ideal, atau kelakuan dan teknologi, dapat diwujudkan melalui proses pendidikan. Sebagai contoh dalam penggunaan bahasa, setiap masyarakat dapat dikatakan mengajarkan kepada anak-anak untuk mengatakan sesuatu, kapan hal itu dapat dikatakan, bagaimana mengatakannya, dan kepada siapa mengatakannya. Dengan kata lain, fungsi pokok setiap sistem pendidikan adalah untuk mengajarkan anak-anak pola-pola tingkah laku yang sesuai esensial tersebut.
sumber foto : google

Cara-cara untuk mewariskan kebudayaan :


  • Cara Informal Terjadi di dalam keluarga
  • Cara Nonformal Terjadi di dalam masyarakat
  • Cara Formal Melibatkan lembaga khusus yang di bentuk  unntuk tujuan pendidikan
Transformasi Kebudayaan
Usaha-usaha menuju pola tingkah laku, norma-norma, dan nilai-nilai baru 

Peran Pendidikan bagi Kebudayaan

  • Sebagai Pewarisan
  • Sebagai Pemegang Peran
  • Sebagai Pemberi Konstribusi

Fungsi Pendidikan bagi Kebudayaan


  • Penyalur Kebudayan (Transmisi)
  • Pelestari Kebudayan
  • Pengembang Kebudayaan (Transformasi)

a. Kebudayaan dan sekolah

Tradisi kebudayan menghambat perkembangan dalam berkompetisi dengan kelompok lain. Sejalan dengan penelitian Otto Klinerberg (1954) bahwa kegagalan kelompok minoritas umumnya bukan disebabkan semata-mata oleh ras, atau suku namun disebabkanoleh tradisi budaya mereka.

b. Prasangka dan pertentangan di berbagai kelompok budaya

Pertentangan yang disebabkan adanya berbagai kelompok budaya dari ras dapat berupa prasangka negatif di antara sesama kelompok dan hal ini berpengaruh terhadap pendidikan dan penyesuaian guru agar peran serta orang tua dalam kegiatan sekolah dapat tercipta.

c. Stereotipe

Keefektifan dalam pengajaran timbul dan siswa akan lebih terbimbing, serta kesegaran dan rasa takut berkurang jika guru menunjukkan stereotipe yang menyenangkan.Faktor budaya dalam proses pengajaran (culture factors in teaching). Mengajar merupakan upaya mengkomunikasikan secara jelas tentang nilai-nilai pengajaran. Dalam hal ini banyak hal yang mempengaruhi, seperti: nilai-nilai budaya orang tua, penggunaan bahasa, keadaan sosial yang dibawa anak dari lingkungan (tradisi) dan pengaruh kelompok dominan. Keadaan ini mensyaratkan pemahaman dan penyesuaian guru agar peran serta orang tua dalam kegiatan sekolah dapat tercipta.

d. Pelatihan budaya untuk pendidikan

Perlu dikembangkan kondisi sekolah yang didalamnya terdapat pertentangan antara kelompok mayoritas dan minoritas yang sering menghadapi konflik budaya antara guru, siswa dan orang tua. Kenyataan ini menuntut adanya kepelatihan budaya bagi pendidik agar ia mampu menghubungkan nilai-nilai budaya dengan pengajaran dan proses pengajaran.

e. Masalah kewibawaan merupakan ubahan (variabel) yang tidak dapat diabaikan

Penguasaan terbadap kewibawaan guru lebih membantu siswa dalam penguasaan bahan-bahan pengajaran.

f. Sub-kebudayaan (sub-culture)

Perbedaan warna kulit dan kemiskinan menjadi penghambat dalam pelaksanaan pendidikan. Karena kelompok-kelompok tersebut saling menolak terhadap pelayanan sekolah. Hambatan ini dapat diatasi melalui pendidikan orang tua, memadukan sub-culture di sekolah, mengadakan penyesuaian tingkah laku di sekolah dan kurikulum sekolah wajib memperhatikan latar belakang budaya siswa.

h. Dinamika kelompok sosialisasi

Sekolah mampu menghilangkan adanya kelompok-kelompok minoritas dan membawanya ke arah perubahan melalui proses sosialisasi. 

Pentingnya Landasan Pendidikan dalam Proses Pendidikan

Jika kita berbicara tentang esensi landasan pendidikan dalam proses pendidikan, maka hal itu akan dikaitkan juga dengan study pendidikan dan praktek pendidikan yang merupakan dua hal yang saling berkaitan dan tidak dapat dipisahkan dalam dunia pendidikan. Praktek tanpa study tidak mungkin berlangsung, demikian pula study tanpa praktek ibarat hampa tak ada gunanya. Study pendidikan merupakan seperangkat kegiatan yang bertujuan untuk memahami suatu prinsip, konsep, atau teori pendidikan, sedangkan praktek pendidikan merupakan seperangkat kegiatan bersama yang bertujuan membantu pihak lain agar mengalami perubahan tingkah laku yang di harapkan. Berdasarkan hal tersebut maka konsep, prinsip atau teori pendidikan yang dibutuhkan dalam praktek pendidikan merupakan landasan bagi berlangsungnya proses pendidikan, dengan demikian landasan yang kokoh dan terarah merupakan pijakan dalam suatu kegiatan pedidikan. Landasan pendidikan merupakan norma dasar pendidikan yang bersifat imperatif; artinya mengikat dan mengharuskan semua pihak yang terlibat dalam pelaksanaan pendidikan untuk setia melaksanakan dan mengembangkan berdasarkan landasan pendidikan yang dianut.  


Kebudayaan Nasional sebagai Landasan Sistem Pendidikan Nasional tercantum dlm UU RI No.2/1989 Pasal 1 Ayat 2

LANDASAN PENDIDIKAN NASIONAL INDONESIA


  1. Landasan Ideal: Pancasila
  2. Landasan Konstitusional: UUD 1945
  3. Landasan Operasional: GBHN dan UUSPN (yang sekarang UU No. 20 Tahun 2003)

Fungsi Landasan Pendidikan bagi Calon Pendidik

Makna fungsi berkaitan dengan manfaat. Adapun manfaat calon pendidik mempelajari landasan pendidikan diantaranya :

  1. Mengetahui berbagai konsep, prinsip dan teori pendidikan dalam melaksanakan praktek pendidikan.
  2. Mempunyai sikap kritis terhadap pandangan-pandangan teori pendidikan.
  3. Memberikan kontribusi pada pola pikir dan pola kerja calon pendidikan.
  4. Lebih meyakini tentang konsep, prinsip dan teori pendidikan dalam pelaksanaan pendidikan.
  5. Memiliki kesiapan studi pendidikan lebih lanjut.

Jadi Kesimpulannya ??

Landasan Kultural adalah landasan pendidikan yang berakar pada kebudayaan bangsa Indonesia, sedangkan kebudayaan adalah hasil cipta dan karya manusia berupa norma-norma, nilai-nilai, kepercayaan, tingkah laku, dan teknologi yang dipelajari dan dimiliki oleh semua anggota masyarakat tertentu.

Share:

Landasan Sosiologis Dalam Pendidikan

Pengertian Landasan Sosiologis



Pendidikan berlangsung dalam pergaulan antara pendidik dengan anak didik. Dapatnya anak didik bergaul karena baik pendidik maupun anak didik adalah merupakan makhluk sosial, yaitu makhluk yang selalu saling berintegrasi, saling tolong menolong, saling ingin maju, ingin berkumpul, ingin menyesuaikan diri, hidup dalam kebersamaan dan lain sebagainya.


landasan sosiologis pendidikan



Dengan demikian, manusia sebagai makhluk sosial, menjadikan sosiologi sebagai landasan bagi proses dan pelaksanaan pendidikan,karena memang karakteristik dasar manusia sebagai makhluk sosial akan berkembang dengan baik dan menghasilkan kebudayaan-kebudayaan yang bernilai serta peradaban tinggi melalui pendidikan.
sumber foto : google
Landasan sosiologis berkenaan dengan perkembangan, kebutuhan dan karakteristik masyarakat.
Landasan sosiologis pendidikan adalah acuan atau asumsi dalam penerapan pendidikan yang bertolak pada interaksi antar individu sebagai mahluk sosial dalam kehidupan bermasyarakat. 
Sosiologi pendidikan merupakan analisis ilmiah tentang proses sosial dan pola-pola interaksi sosial didalam sistem pendidikan. Ruang lingkup yang dipelajari oleh sosiologi pendidikan meliputi empat bidang :


1. Hubungan sistem pendidikan dengan aspek masyarakat lain,yang mempelajari:

  • fungsi pendidikan dalam kebudayaan 
  • hubungan sistem pendidikan dan proses kontrol sosial dan sistem kekuasaan
  • fungsi sistem pendidikan dalam memelihara dan mendorong proses sosial dan perubahan kebudayaan 
  • hubungan pendidikan dengan kelas sosial atau sistem status
  • fungsionalisasi sistem pendidikan formaldalam hubungannya dengan ras, kebudayaan, atau kelompok kelompok dalam masyarakat

2. Hubungan kemanusiaan disekolah yang meliputi :

  • sifat kebudayaan sekolah khususnya yang berbeda dengan kebudayaan di luar sekolah
  • pola interaksi sosial atau struktur masyarakat sekolah

3.Pengaruh sekolah pada perilaku anggotanya, yang mempelajari:

  • peranan sosial guru
  • sifat kepribadian guru
  • pengaruh kepribadian guru terhadap tingkah laku siswa
  • fungsi sekolah dalam sosialisasi anak – anak

4.Sekolah dalam komunitas, yang mempelajari pola interaksi antara sekolah dengan kelompok sosial lain di dalam komunitas nya ,yang meliputi:

  • Pelukisan tentang komunitas seperti tampak dalam pengaruhnya terhadap organisasi sekolah
  • Analisis tentang proses pendidikan seperti tampak terjadi pada sistem sosial komunitas kaum tidak terpelajar  
  • Hubungan antara sekolah dengan komunitas dalam fungsi pendidikannya
  • Faktor-faktor demografi dan ekologi dalam hubungannya dengan oragnisasi sekolah.
Kegiatan pendidikan dapat berlangsung baik di lingkungan keluarga, sekolah dan masyarakat.
Pendidikan keluarga, sangat berperan dalam hal memberikan keyakinan agama, nilai budaya, nilai moral dan keterampilan.Pengaruh keluarga sangat penting sebab keluarga lembaga sosial pertama yang dikenal oleh anak.
Kelompok sebaya, semacam organisasi yang tidak memiliki struktur yang jelas dan tidak mempunyai tujuan yang bersifat permanen, namun sangat berperan dalm meningkatkan rasa solidaritas diantara anggota kelompoknya. Kelompok sebaya memberikan model,identitas,dukungan (support), menumbuhkan sifat kerja sama dan membuka pengalaman anak lebih luas.
Kelompok sosial dalam masyarakat seperti kelompok keagamaan , organisasi pramuka & pemuda, dsb

Masyarakat indonesia sebagai Landasan Sosiologis Sistem Pendidikan Nasional


Perkembangan masyarakat Indonesia dari masa ke masa telah mempengaruhi sistem pendidikan nasional. Hal tersebut sangatlah wajar, mengingat kebutuhan akan pendidikan semakin semakin meningkat dan kompleks. Landasan sosiologis mengandung norma dasar pendidikan yang bersumber dari norma kehidupan masyarakat yang dianut oleh suatu bangsa. 
Untuk memahami kehidupan bermasyarakat suatu bangsa kita harus memusatkan perhatian kita pada pola hubungan antara pribadi dan antar kelompok dalam masyarakat tersebut. eningkat dan kompleks.

Landasan sosiologis pendidikan di Indonesia menganut paham integralistik yang bersumber dari norma kehidupan masyarakat: 
  1. kekeluargaaan dan gotong royong, kebersamaan, musyawarah untuk mufakat, 
  2. kesejahteraan bersama menjadi tujuan hidup bermasyarakat, 
  3. negara melindungi warga negaranya, dan 
  4. selaras serasi seimbang antara hak dan kewajiban. Oleh karena itu, pendidikan di Indonesia tidak hanya meningkatkan kualitas manusia orang perorang melainkan juga kualitas struktur masyarakatnya

Share:

For More Info (Just Click)

Popular Posts

Hi I'm Eko

Hi I'm Eko
My name is Wahyu Eko Cahyanto, I'm a running enthusiast, Whatsapp : 0896 0186 2879, email : weko333@gmail.com

Recent Posts